Selasa, 23 September 2008

Layanan Televisi Digital - IPTV (Internet Protocol Television)


IPTV merupakan suatu layanan yang memberikan content-content audio visual dan juga bisa ber-interaktif yang berbasis Internet Protocol.
Internet Protocol Television merupakan system transmisi televisi digital menggunakan protocol internet (IP) yang melewati infrastruktur jaringan IP dengan pita lebar. Pita lebar (broadband) dibutuhkan untuk mengirimkan format gambar bergerak dengan kualitas yang baik dan real time. System transmisi televisi yang saat ini masih menggunakan technology transmisi wireless broadcast, dengan keterbatasan jarak serta penerimaan signal sekarang telah dikembangkan menggunakan technology IP dengan jangkauan yang jauh lebih luas. Layanan ini lebih sering ditawarkan bersamaan dengan layanan internet & voice over IP (VoIP) yang disediakan oleh prodiver.
Sistem ini yang digunakan untuk mengirim layanan televisi digital kepada konsumen yang terdaftar (sebagai subscriber) dalam sistem tersebut. Pengiriman (sinyal) digital televisi tersebut memungkinkan diselenggarakan dengan menggunakan Internet Protocol melewati sebuah koneksi broadband, biasanya digunakan dalam sebuah network termanajemen (jaringan yang terorganisasi sendiri) yang lebih baik daripada internet publik dengan tujuan agar kualitas pelayanan terjamin. Kebanyakan layanan ini disediakan bersama dengan permintaan fasilitas video. Sebagai tambahan, terdapat ketentuan terhadap pemanfaatan layanan internet seperti akses web dan Voice over Inrternet Protocol. Dalam kasus ini, ketika internet layanan internet juga disediakan, akan disebut sebagai Triple Play.


IPTV merupakan teknologi terbaru layanan berbasis Internet Protocol yang dikembangkan beberapa operator telekomunikasi di dunia.

History of IPTV
PADA 1994, World News Now terbitan American Broadcasting Company (ABC) menjadi program televisi pertama di dunia melalui internet.

Kemudian berkembang pesat hingga hampir semua pemain utama dalam industri internet menawarkan program atau content mereka masing-masing Penyaluran program-program televisi melalui internet biasa disebut Televisi berbasis internet protokol atau bisa disebut IPTV.

Prinsip penyalurannya hampir serupa dibandingkan dengan penyaluran secara tradisional atau berkabel Dimana program yang sudah di-digitalkan disalurkan melalui internet protokol. Jenis layanan IPTV tersebut ada yang gratis ataupun berbayar.

Saluran IPTV gratis tersebut hanya memerlukan saluran internet dan piranti pendukung internet seperti PC atau Set Top Box yang disambung terus ke televisi.


Cara Kerja IPTV Set Top Box
IPTV Set Top Box adalah sebuah terminal multimedia yang mudah digunakan untuk network IP broadband. Alat ini menerima dan mengatur media video streaming, menyediakan aplikasi interaktif, dan memperbaharui aplikasi dan fungsi melalui nerwork IP. Sebuah perangkat yang efisien, tidak mahal, dan berperforma tinggi, sebuah perangkat yang baik bagi penyedia jasa internet untuk mempromosikan servis tambahan.
Alat ini adalah generasi baru home entertainment center di rumah anda. Melalui aksesoris seperti set TV, speaker, dan home theatre, alat ini menyediakan pengguna untuk mendapatkan layanan yang interaktif dan dipersonalisasi seperti broadcast digital video dan audio, pemesanan video dan audio, daftar program siaran berbasis web, dan browser.


Gambar diatas menunjukkan bagaimana system IPTV dasar dapat digunakan untuk memberikan pemirsa untuk mendapatkan akses ke berbagai media. Diagram diatas menunjukkan bagaimana sebuah perangkat televisi dihubungkan ke Set top box (STB) yang mengkonversi IP video menjadi signal televisi standar. STB akan berfungsi menjadi penghubung ke sistem switch dari IP video. Contoh diatas menunjukkan Switched Video Service (SVS) memberikan koneksi pada pemirsa untuk mengakses berbagai sumber , termasuk siaran broadcast, servis langganan, bahkan pemesanan video. Ketika pengguna ingin mengakses sumber-sumber media ini, semua perintah kontrol (biasa dilakukan melalui remote kontrol) akan dikirimkan ke SVS yang nantinya akan menentukan media mana yang akan dikoneksi. Diagram diatas menunjukkan bahwa pengguna hanya membutuhkan satu video channel agar SVS dapat mengakses berbagai sumber yang pada dasarnya tidak terbatas.

Seiring dengan berbagai kemudahan serta kemajuan teknologi maka peminat IPTV terus bertambah. Sebuah Lembaga penyelidik terkemuka Gartner Group memperkirakan Akhir 2006 terdapat 13.3 Juta Pelanggan IPTV jumlah ini terus bertambah menjadi lebih dari 48 juta isi rumah diseluruh dunia berlanggan IPTV.

Pada bulan Juni 2006 lebih dari 1.300 saluran IPTV gratis berada dipasaran yang kemudian berkembang pesat.

IPTV dan VOD, saat ini menjadi layanan baru, yang di banyak negara diluncurkan oleh Telco's (pemain tradisionil penyedia telekomunikasi di bidang telekomunikasi. Layanan ini mulai memasuki pasar dan berkompetisi dengan layanan TV standar yang dipancarkan melalui satelite, terestrial, dan kabel.

Besar lintasan data (bandwidth) jaringan broadband yang terus meningkat, makin canggihnya teknologi kompresi, dan arsitektur distribusi baru membuat penyediaan layanan IPTV/VOD secara teknik memungkinkan. Secara signifikan, pasar juga terus membutuhkan pasokan konten-konten digital yang lebih banyak.

Disinilah Telco's dapat mulai mencari kemungkinan pertumbuhan baru, sebagai ganti dari sudah stagnannya pertumbuhan pendapatan dari layanan telpon tradisional. Secara bersamaan, Telco's mendapatkan ancaman dari penyedia jasa berbasis kabel konvensional dan mulai masukknya perusahaan-perusahaan energi ke bisnis data melalui jaringan distribusi energinya (contoh: PLN yang mulai ikut bermain di bisnis internet).


IPTV (Internet Protocol Television) adalah suatu sistem dimana layanan digital televisi dikirimkan menggunakan Internet Protocol melalui jaringan infrastruktur diantaranya termasuk koneksi yang berkecepatan tinggi. Teknologi IPTV mendukung transmisi standar televisi program video melalui internet dan Internet Protocol (IP). IPTV memungkin layanan televisi yang terintegrasi dengan layanan internet berkecepatan tinggi dan membagi koneksi dengan sesama pengguna.

IPTV memiliki beberapa feature diantaranya:
• IP/TV dapat menyiarkan secara live atau prerecorded digital video program-program pendidikan, komersial,dsb, serta dapat melakukan capturing dan transmisi program dari berbagai source.
• IP/TV dapat melakukan scheduling /penjadwalan program sesuai dengan kebutuhan antara pemilik informasi dan audience. Viewer dapat memilih program dari suatu listing yang akan dilihatnya.
• IP/TV dapat memberikan layanan yang ekonomis namun dengan tidak mengorbankan kualitas layanan. Ini karena teknologi bandwidth transmisi yang efisien, yaitu IP multicasting.
• IP/TV mendukung format standard MPEG (Motion Picturre Experts Group) untuk memberikan high quality, full motion video. Feature ini merupakan tambahan terhadap standard CODEC (compression/decompression) untuk menjamin kualitas gambar yang optimal sesuai dengan spesifikasi aplikasi dan bandwidth yang tersedia.
• Bila dibandingkan dengan metode tutorial yang konvensional, IP/TV lebih efisien karena tidak perlu membayar instruktur, biaya print materi relatif lebih sedikit, tidak perlu menyewa ruang seminar khusus (karena IP/TV dapat diakses oleh setiap meja selama terkoneksi dalam satu LAN/WAN.

Dengan berbasis flatform IP address, memiliki keuntungan sehingga membuat tampilan TV menjadi lebih interaktif. Sebagai contoh, program interaktif memudahkan kepada pengguna untuk mencari tayangan acara melalui titel atau nama pemeran film ataupun gambar di dalam gambar yang berfungsi sebagai pencarian channel tanpa harus khawatir ketinggalan acara yang sedang ditonton. Pengguna dapat memperhatikan status pemain film ketika sedang menonton acara permainan olah raga. Mereka juga dapat mengakses foto atau musik dari komputernya melalui televisi. Bahkan mereka juga dapat menyesuaikan tombol parental sehingga para anak-anak hanya dapat menonton film dokumentari tentang sekolah ketika para orang tua sedang tidak berada di rumah.

Karena IPTV membutuhkan transmisi data real-time dan menggunakan Internet Protocol, sehingga sensitif terhadap :
1. Paket yang hilang dan terlambat jika koneksi IPTV tidak begitu cepat
2. Kualitas gambar patah-patah atau hilang sama sekali jika aliran data tidak lancar
Permasalahan saat ini telah terbukti khususnya pada beberapa permasalahan ketika percobaan streaming IPTV melalui jaringan wireless. Peningkatan pada teknologi wireless saat ini baru pada tahap menyediakan peralatan untuk memecahkan masalah yang dihadapi.

Perkembangan IPTV di Indonesia
Saat ini, IPTV sedang enjadi pembicaraan panas di seluruh dunia. Pemberitaan media masa ialah nilai dari sejumlah contoh dan cerita sederhana, dan gambaran masa depannya. IPTV merupakan sistem yang sangat berguna, lantas Anda bisa menerima sinyal televisi dan video disamping dengan layanan-layanan multimedia lain dengan memanfaatkan koneksi internet.

Perlu diingat bahwa IPTV tidak seperti program televisi broadcast biasa yang menggunakan internet, tetapi lebih dari itu, IPTV ini dikatakan unik. Garis bentuknya diwakili oleh sistem tertutup, sistem televisi berhakpaten, yang mirip dengan layanan kabel akhir-akhir ini. Namun perbedaannya, pengiriman IPTV dibuat lewat channel-channel verbasis IP yang aman, yang mengakibatkan peningkatan tajam dalam kontrol distribusi content.

Aturan dari IPTV ialah mengintegrasikan sejumlah cara untuk meneliti dan mengikuti kebutuhan-kebutuhan user. Aturan ini juga memberi beberapa batasan dan pilihan melalui sebuah periode waktu yang khusus. Oleh sebab itu kemunculannya disebabkan kesempurnaan platform yang mana para pengguna dapat menambah fitur e-commerce maupun target iklan yang lebih banyak.

IPTV menggunakan sebuah Internet Protocol melalui koneksi broadband dan yang paling sering, layanan ini telah tersedia secara paralel dengan koneksi internet dari subscriber (pelanggan), disuplai oleh operator yang menggunakan layanann broadband. Ini dilakukan dengan menggubnakan infrastruktur yang sama, tetapi nampaknya melalui sebuah alokasi bandwidth yang tetap (dedicated bandwidth).

Oleh sebab itu, kita bisa menjelaskan ini sebagai sebuah sistem di mana layanan televisi digital disediakan untuk melayani konsumen melalui koneksi broadband menggunakan Internet Protocol (IP).



IPTV terlihat jelas berbeda dengan video internet. Video internet menyediakan layanan dalam menonton video, seperti preview film dan webcam. Layanan ini sering disebut “best effort” oleh penyedia jasa internet, yang tidak memiliki servis manajemen “back-to-back” bersama dengan pertimbangan-pertimbangan kualitas layanan.




Perbedaannya, teknologi IPTV lebih luas, user friendly (mudah digunakan), dan disatukan dengan teknologi akses DSL (Digital Subscriber Line) berkecepatan tinggi, seperti Asymetric Digital Subscriber Line (ADSL2), ADSL2+ dan Very High Data Rate Digital Subscriber Line (VDSL).

Tentu saja hal ini menawarkan nilai tambah, menciptakan kesempatan baik bagi industri penyedia layanan telekomunikasi. Oleh sebab itu, IPTV memberi peluang para provider dalam berpartisipasi dan menyediakan efisiensi pada pasar “Triple Play” (suara, video, dan internet).


Komponen

Internet-Protocol Television (IPTV) adalah penyediaan layanan streaming tv secara langsung via jaringan IP berbandwitdh lebar. Layanan ini bersifat multicast, dari satu sumber untuk banyak pengakses secara bersamaan. IPTV terdiri dari 6 komponen :
1. Content Sources
2. Service Nodes
3. Wide Area Distribution Networks
4. Customer Access Links
5. Customer Premises Equipment (CPE)
6. IPTV Client


Content Sources
Content Sources berfungsi untuk mengirimkan video-video dari produser-produser ataupun sumber-sumber lain, dan setelah itu video-video tersebut akan dikodekan dan kirimkan sesuai dengan database-nya untuk VoD

Service Nodes
Service Nodes ini berfungsi untuk menerima video stream dalam berbagai format yang berbeda, dan setelah itu video tersebut akan di format ulang dan mempaketkannya untuk segera ditransmisikan dengan indikasi QoS yang sesuai menuju wide-area network. Pada bagian service nodes ini video siap untuk dikirimkan ke konsumen.


Wide Area Distribution Networks
Wide Area Distribution Network dibangun untuk pendistribusian kemampuan, kapasitas dan kualitas dari suatu layanan. Wide Area Distribution Network terdiri dari core dan access network yang melingkupi optical distribution backbone network dan berbagai variasi digital subscriber line access multiplexers (DSLAMs). Wide Area Distribution Network juga memiliki kemampuan seperti multicast yang sangat dibutuhkan untuk pendistribusain data stream IPTV dari suatu service nodes ke customer premises.

Customer Access Links
Pada Customer Access Links dibutuhkan teknologi DSL kecepatan tinggi seperti ADSL2+ dan VDSL; dengan kemampuan dari teknologi tersebut pengiriman ke konsumen dapat dilakukan melalui jalur yang sudah ada dan dapat melewati jalur telepon ke rumah-rumah. Teknologi lain yang bisa digunakan oleh service provider adalah kombinasi dari fiber-to-the curb (FTTC) dan teknologi DSL untuk pengiriman ke konsumen. Namun, tetap saja hasil terbaik tergantung dari kekayaan layanan IPTV yang bisa ditawarkan.

Customer Premises Equipment (CPE)
Customer Premises Equipment (CPE) berlokasi di mana konsumen berada (customer premises). CPE merupakan perhentian dari suatu jaringan broadband . Fungsi dari CPE diimplementasikan berupa set-top-box yang dipasang pada tiap televise konsumen.

IPTV Client
IPTV Client memiliki fungsi sebagai perhentian dari suatu proses pengiriman layanan IPTV. IPTV client merupakan suatu alat seperti set-top-box, didalam set-top-box akan dilakukan proses-proses fungsional seperti pengaturan koneksi dan pengaturan QoS dengan service nodes, pengkodean video stream, dan pergantian channel, pengontrolan display dan koneksi ke monitor yang digunakan konsumen.

Arsitektur IPTV
Sistem layanan IPTV terdiri dari 5 kelompok fungsi, yaitu :
1. Content Operation
2. Service Operation & Management
3. Media Distribution & Delivery
4. Customer
5. System Management & Security
Content Operation, Service Operation & Management, Media Distribution & Delivery bisa diimplementasikan oleh satu pihak dari rantai nilai secara terpisah, Content Operation diimplementasikan oleh CP (Content Provider), Service Operation & Management oleh SP (Service Provider) dan Media Distribution & Delivery oleh network operator. Tetapi pada prakteknya, satu pihak pada rantai nilai juga bisa mengimplementasikan lebih dari satu kumpulan fungsi, misalnya network operator bisa mengimplementasikan kumpulan fungsi Service Operation & Management dan kumpulan fungsi Media Distribution & Delivery.

Content Operation Function Set
Kumpulan fungsi operasi konten (Content Operation Function Set) menyediakan program-program TV dan konten multimedia lainnya. Kumpulan fungsi ini terdiri dari empat komponen fungsional, yaitu: komponen Content Ingestion, komponen Digital Rights Management (DRM), komponen Encoding/Trans-coding dan komponen Media Assets Management.

System Management and Security Function Set
Kumpulan fungsi manajemen jaringan (Network Management Function Set) bertanggungjawab untuk pengawasan dan perlindungan sistem, menyediakan pengawasan kualitas layanan, pemeriksaan kegagalan, dan perlindungan layanan. Kelompok fungsi ini terdiri dari komponen System Management, komponen Terminal Management dan Security Management.

Service Operation and Management Function Set
Kumpulan fungsi manajemen dan operasi layanan (Service Operation & Management Function Set) bertugas dalam pengendalian dan pengaturan khusus layanan IPTV Kelompok ini terdiri dari 5 komponen fungsional, yaitu: Products Creation, Content Engine, Subscriber Management, Billing and Accounting, Customer Service, dan Authentication.

Media Distribution and Delivery Function Set
Stream konten layanan IPTV dikirim ke subscriber disertai dengan fungsi-fungsi pengendalian, distribusi, penyimpanan dan Streaming. Sistem pengiriman dan distribusi media seharusnya diterapkan berdasarkan pada topologi yang handal untuk mengimbangi permintaan efisiensi dan ketersediaan yang tinggi dengan harga yang tetap rendah.

Customer Function Set
Kumpulan fungsi pelanggan (Customer Function Set) adalah sekumpulan fungsi eksekusi layanan sistem IPTV pada sisi pelanggan. Customer Function Set terdiri dari empat komponen fungsional, yaitu: DRM, Media Processor, Displaying dan Interaction Control.


PT TELKOM berhasil melakukan uji laboratoriun pengembangan televisi berbasis internet protocol atau IPTV yang akan dilakukan hingga Juli dan dilanjutkan uji pasar, dengan harapan produk IPTV bisa dipasarkan awal tahun ini. Dalam uji laboratorium yang dilakukan oleh Divisi Research & Development Center (RDC) TELKOM di Bandung (8/1), ditampilkan bagaimana sebuah televisi berbasis Internet Protocol (IP) yang bisa menyajikan aneka layanan di luar semata-mata siaran televisi. Akses IPTV yang bisa dilakukan dengan jaringan yang memiliki kecepatan minimal 2 megabyte per detik ini, bahkan bisa menampilkan tayangan yang diinginkan dan dipesan oleh pelanggan.

di Indonesia terdapat sekitar 28 juta rumah tangga yang memiliki TV, 95.000 di antaranya sudah memanfaatkan layanan broadband Speedy. Sementara itu, masih terdapat sekitar 10 juta rumah tangga di kota-kota besar yang sudah memiliki TV yang merupakan target pasar IPTV.

Direktur Utama PT Telkom Arwin Rasyid, mengatakan, produk IPTV bukan sekadar televisi yang hanya menyiarkan tayangan-tayangan televisi, melainkan menyediakan pula fasilitas layanan interaktif berbentuk personal video recording hingga mengakses internet dan layanan data sesuai kebutuhan konsumen.

Jaringan IPTV itu, kata Direktur Network & Solution, Abdul Haris, akan memanfaatkan 8,7 juta kabel jaringan telepon tetap (fix telephone) di seluruh Indonesia. Setidaknya, tersedia 5 juta kabel untuk digunakan sebagai jaringan IPTV, yang selama ini disiapkan untuk jaringan internet Speedy.

Sementara Direktur Consumer PT Telkom Guntur Siregar menambahkan, setelah uji laboratorium, yang terkait dengan kecepatan akses, selanjutnya IPTV akan diuji pasar terlebih dulu, sebelum diluncurkan ke pasar.
Saat peluncuran pertama, IPTV akan diprioritaskan kepada pelanggan yang memiliki akses Speedy tidak terbatas. Jumlahnya 20-25 persen dari 95.000 pelanggan Speedy.

Telkom sebagai penyedia layanan Infocomm terbesar di Indonesia, proyek ini semakin mempertegas rencananya untuk menjalin kerjasama dengan mitra kelas dunia (world-class partner) dalam pengembangan layanan generasi berikutnya (next generation services) yang didukung oleh platfrom integrasi telpon tetap (fixed-line), broadband Internet, TV dan mobile service-dellivery.
Setelah sukses mengoperasikan salah satu IPTV nantinya Telkom akan menyajikan konten lokal dan internasional bermutu tinggi ke berbagai penggunanya di Indonesia, menyusul kesuksesan layanan nasional DTH yang memiliki 140,000 pelanggan.

Setelah sukses mengoperasikan salah satu IPTV komersial terbesar di dunia dan pertama kali memperkenalkan teknologi quadruple-play di Hongkong yang memungkinkan media content dan layanan interaktif disalurkan melalui platform fixed line, broadband internet, TV dan mobile, PCCW mendapatkan kepercayaan menjadi mitra Telkom dan indonusa untuk menggarap proyek IPTV di Indonesia yang meliputi aspek bisnis, teknologi, dan implementasinya. Melalui PCCW Mediacore, PCCW berhasil meraih kesuksesan besar dalam pengoperasian NOW TV dan memungkinkan operator menggunakan teknologi terkini, fungsi, metodologi dan strategi yang secara luas didukung oleh penyedia content dan industri pada umumnya.


Layanan IPTV
Beberapa layanan yang didapatkan dari fasilitas IPTV ini antara lain:

- Electronic Program Guide
- Broadcast/Live TV
- Personal Video Recording
- Pause TV
- Video on Demand
- Music on Demand
- Gaming
- Interactive Advertisement
- T-Commerce
- News on Demand
- Data on Demand
- Pay per View


Electronic Program Guide
Layanan interaktif bagi user untuk memilih channel yang ada dan melihat program dari masing-masing channel dalam jangka waktu 24 jam. Selama melakukan pemilihan channel, user masih tetap dapat melihat siaran TV yang sedang berlangsung.


Broadcast/Live TV
Layanan untuk menyimpan suatu siaran TV di dalam server. User dapat memilih suatu periode waktu tertentu untuk melakukan penyimpanan dari siaran TV. Server akan memberikan kuota penyimpanan dalam server berdasarkan lama waktu penyimpanan, misalnya 100 menit atau 200 menit. Setelah kuota tersebut terpenuhi, untuk dapat merekam program yang lain, user harus menghapus rekaman yang ada sampai kuota penyimpanan tersedia.


Personal Video Recording
Layanan siaran televisi yang dipancarkan oleh stasiun-stasiun televisi umum seperti TransTV, RCTI, SCTV, MetroTV dan lain-lain. Layanan ini dapat dinikmati oleh user seperti layaknya berlangganan pay TV.



Pause TV
Memungkinkan user untuk dapat menonton siaran TV yang telah lewat walau tanpa melakukan perekaman. Jangka waktu menonton mundur siaran TV berkisar antara 10 hingga 30 menit.  Dalam jangka waktu tersebut, user dapat melihat kembali suatu kejadian yang disiarkan di TV, yang karena sesuatu hal terlewatkan atau ingin dilihat kembali.


Video on Demand
Suatu siaran video berdasarkan permintaan user. Layanan ini adalah layanan berbayar, dimana user akan memilih video yang ingin diputar, selanjutnya akan mengurangi nilai simpanan user sebelum video tersebut dimainkan. Setiap video yang dibayar, akan mempunyai periode waktu tertentu untuk dapat diputar. Setelah periode waktu berakhir, user harus membayar kembali agar dapat memutar video tersebut.


Music on Demand
Layanan pembelian lagu berdasarkan permintaan user. Layanan ini merupakan layan berbayar, dimana user akan memilih lagu yang ingin diputar untuk selanjutnya akan mengurangi nilai simpanan user sebelum lagu tersebut dimainkan


Gaming
Layanan yang dapat dimainkan oleh user melalui perangkat TV dengan atau tanpa perangkat tambahan. Jenis game yang dapat dilayani adalah online gaming dengan multiplayer ataupun single player.


Interactive Advertisement
Interactive Advertisement yakni layanan iklan yang memungkinkan user yang tertarik untuk dapat melihat iklan tersebut dan selanjutnya melakukan pembelian produk yang ditawarkan melalui fitur T-Commerce.


T-Commerce
Layanan transaksi melalui TV. User dapat melakukan pembelian suatu barang yang ditawarkan lewat siaran IPTV melalui TV. Transaksi ini berhubungan langsung dengan payment system untuk melakukan pembayaran barang yang dibeli, selanjutnya barang akan dikirim ke user.


News on Demand
Layanan siaran berita sesuai permintaan user. User dapat memilih siaran suatu berita tertentu yang ingin dilihat, selanjutnya sistem IPTV akan memutar siaran yang dipilih tersebut.


Data on Demand
Layanan berbasis data yang dapat memberikan informasi sesuai kebutuhan user. Dalam layanan ini termasuk layanan weather on demand, internet access dan stock exchange information. Layanan berbasis data ini akan terhubung langsung ke internet, sehingga data yang didapat real time dan up to date.


Pay per View
Layanan siaran TV komersial yang hanya dapat dinikmati oleh user yang membayar. Acara-acara seperti piala dunia sepakbola, tinju, golf dan siaran olahraga ataupun siaran eksklusif tertentu dapat dinikmati oleh user yang benar-benar tertarik dan mampu membayar siaran tersebut.


The Difference of IPTV
Berbagai content video yang ditawarkan IPTV banyak menimbulkan salah pengertian
Berbagai content Video yang ditawarkan dan dapat di akses di internet seperti:
YouTube, Google Video, Channel Chooser dan sebagainya
Dengan mendownload video yang kita inginkan dan kemudian melihatnya dalam sebuah screen kecil
itu sebenarnya bukan IPTV.
Atau ada pendapat bahwa IPTV yang disalurkan melalui Internet Protokol kemudian hanya di teruskan ke televisi tetapi tidak ke perangkat komputer.
Lebih dari itu IPTV bukan sekedar layanan yang menyediakan content video atau siaran televisi yang hanya menyiarkan tayangan-tayangan televisi, melainkan menyediakan pula fasilitas layanan interaktif berbentuk personal video recording hingga mengakses internet, layanan data dan sebagainya sesuai kebutuhan konsumen.

Kekurangan IPTV
Dalam perkembangannya, IPTV yang semakin marak diperbincangkan masih saja ada kekurangan/kelemahannya. Karena bergantung dengan jaringan internet kualitas siaran bisa menurun, seperti gambar siaran yang terutus-putus karena kualitas jaringan yang kurang baik.

Tetapi dengan berbagai macam layanan IPTV serta semakin berkembangnya teknologi, bukan tidak mungkin dimasa mendatang IPTV menggantikan Siaran Televisi yang ada sekarang ini.


Jasa Prospektif Bagi Usaha Media
Marshall McLuhan pernah mengeluarkan teorinya yang terkenal: Dunia akan terpaku oleh keberadaan televisi.
Setelah hampir 30 tahun teori itu muncul dan maraknya penggunaan komputer sebagai medium hiburan, TV ternyata memang masih memiliki potensi tersembunyi, walau dalam format yang berbeda. Potensi itu adalah melalui Internet Protocol TV (IPTV).

Apa sumber pendapatan utama untuk IPTV?
hampir setengah (46%) eksekutif memilih iklan.
Akan tetapi, para operator jaringan, sebagai bagian dari responden antara lain penyedia peralatan, pembuat perangkat elektronik rumah tangga dan penyedia konten penyiaran/studio tidak menyetujuinya. Tiga-perempat operator jaringan berpendapat, biaya langganan untuk konten premium merupakan aliran pendapatan terbesar, disusul biaya untuk konten dasar, baru kemudian iklan.
Perbedaan pendapat ini menggambarkan ketidakpastian yang cukup luas perihal bagaimana penyampaian konten (materi media), dan seberapa banyak konsumen bersedia membayar.

Apa nilai tambah yang akan saya peroleh?
Ketika responden diminta mengidentifikasi alasan mereka mengejar pasar IPTV, sebagian besar (42%) memilih adanya aliran pemasukan baru, diikuti perolehan pelanggan baru (28%) dan meningkatnya penjualan akses broadband (21%). Di samping itu, para eksekutif pun percaya bahwa pemberian diskon melalui jasa yang dibundel, atau biasa kita kenal sebagai pahe (paket hemat), merupakan motivasi utama konsumen membelanjakan uang Hampir 2/3 responden -- dan responden (74%) dari para operator jaringan -- percaya bahwa jasa bundel memicu konsumen membeli jasa IPTV. Kemampuan memindahkan konten antarperangkat juga pemicu penting pendapat 38% Responden sedangkan yang lain (31%) adalah “kenyamanan memperoleh satu tagihan untuk jasa yang beragam”.

Video:




http://Subari.blogspot.com
-------------------------------------------
Muchamad Yusuf, Adiriono, Dwi Indri Astuti
Eko Yudi Verianto
...

1 komentar:

Anonim mengatakan...

Informasi bermanfaat menjelang penerapan tv digital di indonesia, bolehkah saya mengutip sebagian isi artikel untuk blog saya di : http://blog2life.com
Apakah harus cukup mengutip sumbernya atau memberikan link ke artikel ini.
Terimakasih sebelumnya.