
Dunia militer internasional saat ini sudah banyak mengalami kemajuan dalam bidang pertahanan dan keamanan. Banyak sekali diciptakan alat-alat maupun senjata untuk mengamankan negaranya dari teroris maupun invasi dari negara lain. Contohnya adalah kekuatan militer Amerika, para prajurit sudah tidak lagi langsung menghadapi lawan secara langsung. 
Senjata juga tidak perlu membidik lawan menggunakan kejelian mata. Bahkan para tentara tidak perlu langsung terjun di medan perang. Mengapa demikian? Karena dengan menggunakan sistem senjata pintar semua kegiatan perang dapat dilakukan dengan kendali jarak jauh. Peluru kendali dapat menempuh jarak yang tak pernah terbayangkan sebelumnya. Pesawat mampu melihat musuh diluar jarak pandangan mata. Bahkan medan perang mungkin akan diisi mesin-mesin tanpa awak yang mampu menyebabkan kemusnahan massal. Tidak hanya itu. Mesin-mesin perang pun mengalami kemajuan menjadi monster-monster cerdas. Peluru mencari sasarannya sendiri. Sistem –sistem pengintai memberitahukan letak musuh. Dan sistem pertahanan bereaksi secara otomatis terhadap serangan. Secara sekilas pertunjukkan teknologi senjata itu dapat kita lihat pada Perang Afghanistan beberapa waktu lalu. Di medan itu, sangat sedikit pasukan AS yang terlibat perang langsung "man-to-man" dengan pejuang Taliban bila dibanding dengan pendaratan Normandia pada Perang Dunia II misalnya. Hampir semua digantikan mesin. Namun apa yang dilihat di Afghanistan itu, sekali lagi, baru "cuplikan" dari kemampuan senjata canggih masa kini. Kesemuanya itu tidak lepas dari teknologi. 
Bila AS akhirnya memenangkan perang itu, maka kemenangan sebenarnya adalah pada teknologi.Cepat, Pintar, Ringan. 
Suatu serangan gabungan dari Angkatan Bersenjata AS akan memperlihatkan pada kita doktrin militer yang dianut negara itu, yaitu persenjataan yang lebih cepat, lebih ringan, dan lebih pintar. Pentagon menyebut doktrin baru itu sebagai RMA atau "revolution in military affairs," sebuah doktrin yang bukan melulu hadir dari hasil pemikiran Pentagon, namun juga berasal dari pabrik-pabrik pembuat senjata.Di samping produsen senjata yang sudah dikenal seperti General Dynamics, Lockheed Martin, Northrop Grumman, and Raytheon, senjata-senjata AS tidak lepas dari campur tangan perusahaan teknologi yang mungkin kurang dikenal atau yang sangat terkenal seperti IBM dan Hewlett-Packard. Dan dengan demikian AS menciptakan suatu industri militer yang kompleks karena beragamnya pihak yang terlibat.
Penjelasan Rudal ber-GPS
GPS adalah suatu sistem navigasi yang memanfaatkan satelit. Penerima GPS memperoleh sinyal dari beberapa satelit yang mengorbit bumi. Satelit yang mengitari bumi pada orbit pendek ini terdiri dari 24 susunan satelit, dengan 21 satelit aktif dan 3 buah satelit sebagai cadangan. 
Dengan susunan orbit tertentu, maka satelit GPS bisa diterima di seluruh permukaan bumi dengan penampakan antara 4 sampai 8 buah satelit. GPS dapat memberikan informasi posisi dan waktu dengan ketelitian sangat tinggi.
Dalam serangan terbaru Amerika Serikat dan Inggris ke Irak, ribuan peluru kendali pintar jenis Tomahawk ditembakkan ke Bagdad. Para jenderal aliansi mengatakan, semua peluru kendali mengenai sasaran. Rahasia senjata pintar itu terletak pada sistem pengendalinya. Serangannya dipandu menggunakan sistem satelit militer yang disebut Global Positioning Sytem-GPS. Dengan propaganda militernya, Amerika Serikat memperlihatkan citra satelit, yang menunjukan, bahwa semua sasaran yang dituju tidak pernah meleset. 
Juga disebutkan kerugian di kalangan penduduk sipil dapat dibatasi sampai minimal. Kunci dari keberhasilan serangan itu tentu saja pemanfaatan Global Positioning System-GPS. Sebab menurut para pakar militer, persenjataan pintar mutakhir dikembangkan tidak hanya dengan memperkuat daya jelajahnya, melainkan juga dengan memperbaiki sistem kendalinya. Dengan demikian peranan GPS amatlah besar, untuk membimbing peluru kendali agar dengan akurat sampai ke sasaran tembak. 
Peluru kendali jenis terbaru AS dipasangi peralatan sensor GPS, sehingga arahnya bisa diubah di tengah jalan. Juga dengan memanfaatkan GPS, berbagai hambatan, seperti kabut, badai pasir, iklim buruk, tabir api serta faktor lain bisa diabaikan. Sebenarnya GPS adalah sistem navigasi militer Amerika Serikat yang dipandu satelit dari luar angkasa. Jaringan satelitnya mencakup seluruh permukaan Bumi. Prinsipnya adalah menentukan sebuah lokasi dengan ketepatan tinggi. Prinsip ini serupa dengan metode lama "triangulasi", dimana posisi sebuah titik ditentukan dengan menarik tiga garis. Hanya saja kini garis itu ditarik dari luar angkasa menggunakan pencitraan satelit.
Bagaimana Rudal tersebut mampu mencapai sasaran dengan tepat ?
Rudal Tomahawk
Rudal yang sudah dilengkapi dengan dengan pemandu GPS tersebut berkerja dengan cara meneruskan sinyal dan posisi armada bergerak kepada Base Station (BS). Teknologi satelit ini akan melakukan pencitraan terhadap objek yang ada di bumi yang selanjutnya akan diinformasikan kepada BS. BS selanjutnya melakukan kalkulasi pencitraan ini, selanjutnya diteruskan terhadap rudal yang sudah dilengkapi dengan GPS. Selanjutnya tinggal menentukan titik sasaran yang akan dituju.
Rudal AGM 86 A
Berikut ini merupakan beberapa contoh rudal yang sudah menggunaka alat pemandu berupa GPS:
1. AGM-137 TRI-SERVICE STANDOFF ATTACK MISSILE (TSSAM).
Angkatan Udara Amerika (USAF) mulai mengembangkan Tri-Service Standoff Attack Missile (TSSAM) pada tahun 1986; untuk menghasilkan rudal dengan teknologi stealth untuk USAF, USN dan USMC dengan kemampuan jarak jauh, pemandu berdiri sendiri, pengenalan target otomatis, dan keakuratan tinggi serta hulu ledak yang mampu menghancurkan sasaran berupa struktur berpelindung tinggi baik didarat maupun diatas permukaan laut. Rudal akan dilengkapi dengan inertial navigation yang dibantu dengan GPS. 
Untuk versi USN dan USAF dilengkapi dengan imaging infrared terminal sensor untuk mendeteksi target dan terminal homing, dan dipasangi dengan unitary warhead. Versi kedua untuk USAF akan memuat submunisi CEB (combination effects bobmlet) untuk menghancurkan target darat.
Pesawat yang akan dieprsenjatai dengan rudal ini antara lain B-52H, F-16C/D, B-1, B-2 dan F/A-18C/D.
Karena adanya keterbatasan anggaran, untuk sementara proyek ini mengalami penundaan, dan akhirnya dibatalkan. Pembatalan juga terjadi pada program TSSAM yang merupakan penyempurnaan dari program JASSM.
SPESIFIKASI (perkiraan):
Panjang : 4,26 meter
Bobot : 905 kg
Hulu ledak: 450 kg
Jangkauan : diatas 185 km
Pemandu : inertial/GPS, IIR terminal
Propulsi : Turbofan.
2. AGM-154A JOINT STANDOFF WEAPON (JSOW).
Merupakan program bersama USN dan USAF untuk standarisasi senjata kendali jarak menengah, terutama untuk menghancurkan target terlindung pada jarak diluar jangkauan senjata anti-serangan udara, untuk mempertinggi tingkat keselamatan pesawat tempur. 
JSOW dikembangkan dalam dua varian; A dan C, dirancang untuk menghancurkan target berupa area target, hard target, dan gabungan keduanya. Kontraktor yang ditunjuk adalah Raytheon.
KARAKTERISTIK UMUM.
• Fungsi utama: sista air-to-surface Standoff from Point Defence (SOPD) untuk berbagai jenis sasaran.
• Pemandu: GPS/INS, Terminal IR Seeker (unique “C” model).
• Panjang : 4,1 meter
• Diameter : 33 cm (box shaped on a side) – 40,6 x 51,9 cm.
• Bobot: dari 483 kg sampai 681 kg.
• Bentang sayap: 2,69 meter.
• Hulu ledak: BLU-97 – combined effect bomblets (JSOW A)
BLU-108 – sensor fuze weapon (JSOW B) – dibatalkan.
BROACH multi-stage warjead (JSOW C)
• Pesawat peluncur: F/A-18C/D, F/A-18E/F, F-35C, F-16 Block 40/50, B-1B, B-2A, B-52H, F-15E, F-35A.
• Jarak jelajah: Peluncuran ketinggian rendah – 28 km
Peluncuran ketinggian tinggi -120 km
• Deployment: Januari 1999.
3. AGM-158 JOINT AIR TO SURFACE STANDOFF MISSILE (JASSM).
Hasil rancang bangun Lockheed Martin. AGM-158A menggunakan pendorong turbojet CAE J402 dari Teledyne. Pemanduan melalui inertial navigation yang selalu diperbaharui dengan GPS. Pengenalan target dan terminal homing melalui imaging infrared seeker. Kelengkapan data link menjadikan rudal mengirimkan sinyal lokasi dan statusnya saat melesat menuju sasaran. Hulu ledak berupa WDU-42/B penetrator dengan bobot 450 kg.
JASSM dapat dibawa oleh pesawat tempur seperti F-15E, F-16, F/A-18, F-35, B-1B, B-2 dan B-52.
PENYEMPURNAAN.
Pihak angkatan udara Amerika mempelajari untuk menyempurnakan AGM-158 yang mencakup isian submunisi pada hulu ledakm homing head baru dan mesin pendorong baru untuk memperoleh jangkauan 1.000 km. Penyempurnaan ini disebut sebagai JASSM-ER (extended range) dengan kode AGM-158B (tahun 2002). Menggunakan mesin pendorong yang lebih efisien JASSM-ER mampu menempuh jarak 925 km. Uji peluncuran dilakukan pada 18 Mei 2006 dengan menggunakan pesawat B-1B di lapangan uji rudal White Sands, New Mexico. Dijadwalkan rudal penyempurnaan ini akan masuk inventaris operasional pada tahun 2009.
SPESIFIKASI:
Panjang : 4,27 meter
Bentang sayap: 2,4 meter
Bobot: 1.020 kg
Kecepatan jelajah: Subsonic
Jarak jangkauan: 370 km
Propulsi: Turbojet Teledyne CAE J402-CA-100, trust 3,0 kN (680 lbf)
Hulu ledak: 450kg WDU-42B Penetrator.
4. STORM SHADOW
Salah satu rudal cerdas itu, dan yang paling baru, adalah Storm Shadow. Caranya menuju sasaran mirip rudal Tomahawk, tapi ini rudal khusus yang dirancang untuk menghancurkan target keras seperti bungker dengan cara revolusioner.
Rudal yang sebijinya US $ 1,1 juta itu menggunakan sistem multi-"hulu ledak", hingga dapat menjebol beton yang diperkeras yang tebalnya dua kali dari yang dapat dilakukan peledak bungker lain.
Sayap
Membuka setelah diluncurkan
Mesin jet turbofan TRI 60-30
Sensor pencitra inframerah untuk mendekati sasaran
Panjang: 5,1 m
Berat: 1.300 kg
Kecepatan: 0,8 kali suara (955 km/jam)
Harga: US $1,2 juta 
Storm Shadow terbang menuju sasaran menggunakan dua pemandu: satelit GPS dan Terprom. GPS digunakan untuk memandu rudal menuju sasaran, sementara Terprom dipakai untuk mempertahankan ketinggian terbang rudal yang harus sangat rendah, hingga tak terdeteksi radar pertahanan musuh. Terprom memungkinkan rudal terbang mengikuti kontur permukaan pada ketinggian 30 m. 
Betapapun, yang mengerikan dari bom-bom itu adalah buruknya kualitas data target yang diprogram ke dalamnya. Pada perang 1991, dua bom laser menghantam sebuah perlindungan militer di Amariya, distrik di Bagdad, membunuh 400 laki-laki, perempuan, dan anak-anak. Pada 1999, di Kosovo, kedutaan besar Cina di Belgrade telah diledakkan dengan JDAM, membunuh 3 orang. Konon, kedua kasus salah sasaran itu karena peta yang dipakai masih veris lama.
Peluncuran Rudal :
1. Rudal dilepaskan ±400 km dari sasaran
2. Rudal menukik ke ketinggian 30 m dari permukaan untuk menghindari deteksi radar musuh
3. Di dekat sasaran, rudal naik ke ketinggian. Rudal kemudian melepaskan penutup moncongnya, hingga memungkinkan sensor inframerah memindai target
4. Menghancurkan bungker
Storm Shadow menggunakan sistem senjata yang disebut Bomb Rodal Ordinance Augmenting Charge (BROACH). Sederhananya, ini bom yang meledak beberapa kali. Fase pertama ditujukan untuk mendekati sasaran dengan menghancurkan pelindungnya, fase terakhir untuk menghabisi sasaran yang sesungguhnya 
Berikut adalah bagaimana cara Storm Shadow meledak :
1. Sensor inframerah mendeteksi sasaran
2. Ledakan pertama membersihkan tanah dan penutup di atas beton bungker. Ledakan berikutnya yang terarah melontarkan logam panas hingga kedalam 6 meter, menembus atap beton bunker
3. Bom penghancur bunker masuk ke dalam komplek bungker
4. Bom meledak di dalam bungker
Kelebihan dan Kelemahan
Kelebihan dari rudal yang menggunakan sistem pemandu GPS ini adalah memungkinkan ketepatan rudal dalam mencapai sasaran meskipun dengan jarak yang jauh. Dan bila dipergunakan dalam perang, memungkinkan meminimlkan jatuhnya korban dari warga sipil.
Kelemahan, sistem navigasi menggunakan GPS ini memerlukan data yang akurat. Disinilah tugas mata-mata di darat, menentukan dan menandai sasaran yang akan ditembak. Jadi sistem canggih itupun bisa salah sasaran, kalau ternyata masukan dari darat tidak akurat.
Rudal tersebut juga tidak akan mampu mencapai sasaran, bila sasaranya memasuki area blank spot, area tersebut biasanya bawah tanah.
Sistem navigasi rudal juga bisa dikacaukan dengan alat yang dinamakan GPS Jammer. Alat ini berfungsi untuk merusak penyampaian data ke GPS receiver yang ada pada rudal bahkan dapat memberikan informasi palsu. Sehingga rudal tersebut dapat jauh melenceng dari target sasaran. 
http://Subari.blogspot.com
*-------------------
Referensi:
www.google.com
www.militerium.com
www.tni-au.mil.id
www.sra.com
http://4.bp.blogspot.com
http://upload.wikimedia.com
www.ranesi.nl
www.emporia.edu
www.aviation-central.com
www.usnews.com
www.beritanet.com
Dian Eko Cahyono
Budi Raharjo
Mansyur Efendi
Tria Aprilianto...
Rabu, 19 Maret 2008
Teknologi IT di Militer: Rudal dengan Kendali GPS
Minggu, 17 Februari 2008
GPS Vehicle Tracking System (Autometic Vehicle Location)
![]()
Kebutuhan atas peta, baik untuk pembangunan, perjalanan, kesenangan maupun aksesoris sudah semakin meningkat seiring dengan perkembangan kemajuan teknologi serta keinginan manuasia untuk menjelajah dan melakukan perjalanan dalam mencari informasi maupun menambah kekayaan informasi diluar habitat yang ditempati. Salah satu komponen ini adalah gambaran dari bumi baik seutuhnya maupun sebagian yang diletakkan dalam format analog maupun digital. Kita ketahui banyak macam peta yang ada seperti rupa bumi, peta tematik, peta citra, dan lain sebagainya yang ada intinya menyajikan informasi perihal lokasi. Penjelasan dan asosiasi atas lokasi tersebut yang meliputi hal-hal sebagai berikut: gambar perihal liputan lahan maupun fungsi dari liputan lahannya yang berupa liputan tumbuhan (hutan, belukar, dan padang rumput dan sebagainya), liputan unsur air (laut, danau, rawa, sungai dan sebagainya). Liputan mengenai semua yang berhubungan dengan segala sesuatu buatan manusia (kota, bangunan, jalan dan lain-lain) serta tambahan informasi yang diperlukan untuk memperjelas penyajian peta tersebut yang berupa keterangan nama, simbol-simbol, garis ketinggian serta hal-hal yang perlu untuk ditampilkan diatas peta yang dibuat.![]()
Pengenalan GPS
Saat ini GPS adalah sistem satelit navigasi yang paling populer dan paling banyak diaplikasikan di dunia, baik di darat, laut, udara, maupun angkasa. Disamping aplikasi-aplikasi militer, bidang-bidang aplikasi GPS yang cukup marak saat ini antara lain meliputi survai pemetaan, geodinamika, geodesi, geologi, geofisik, transportasi dan navigasi, pemantauan deformasi, pertanian, kehutanan, dan bahkan juga bidang olahraga dan rekreasi.![]()
Tapi mungkin belum banyak yang tahu apa itu sebenarnya GPS, GPS (Global Positioning System) adalah sistem satelit navigasi dan penentuan posisi yang dimiliki dan dikelola oleh Amerika Serikat. Sistem ini didesain untuk memberikan posisi dan kecepatan tiga-dimensi serta informasi mengenai waktu, secara terus menerus di seluruh dunia tanpa bergantung waktu dan cuaca, bagi banyak orang secara simultan. Saat ini GPS sudah banyak digunakan orang di seluruh dunia dalam berbagai bidang aplikasi yang menuntut informasi tentang posisi, kecepatan, percepatan ataupun waktu yang teliti. GPS dapat memberikan informasi posisi dengan ketelitian bervariasi dari beberapa millimeter sampai dengan puluhan meter. Dengan GPS kita dapat mengetahui posisi geografis kita (lintang, bujur, dan ketinggian di atas permukaan laut), jadi dimanapun kita berada di muka bumi ini, kita dapat mengetahui posisi kita dengan tepat.![]()
Untuk perangkat GPS telah banyak beredar berbagai merk dan jenis, meskipun masih jarang ditemui. Tapi pada dasarnya ada 3 macam tipe alat GPS, dengan masing-masing memberikan tingkat ketelitian posisi yang berbeda-beda. Tipe alat GPS pertama adalah tipe navigasi (Handheld dan Handy GPS), tipe nagivasi harganya cukup murah, sekitar 1 - 4 juta rupiah, namun ketelitian posisi yang diberikan saat ini baru dapat mencapai 3 sampai 6 meter. Tipe pertama ini yang sering digunakan untuk keperluan umum seperti pada ponsel, penunjuk arah pada alat transportasi, untuk pendakian dan sebagainya. Tipe alat yang kedua adalah tipe geodetik single frekuensi (tipe pemetaan), yang biasa digunakan dalam survai dan pemetaan yang membutuhkan ketelitian posisi sekitar sentimeter sampai dengan beberapa desimeter. Tipe terakhir adalah tipe geodetik dual frekuensi yang dapat memberikan ketelitian posisi hingga mencapai milimeter. Tipe ini biasa digunakan untuk aplikasi precise positioning seperti pembangunan jaringan titik kontrol, survai deformasi, dan geodinamika. Harga receiver tipe geodetik cukup mahal, mencapai ratusan juta rupiah untuk 1 unitnya.![]()
Untuk GPS tipe navigasi dan transportasi darat dengan tampilan visual diperlukan peta pendukung yang biasanya disediakan oleh pihak produsen maupun vendor lokal. Peta pendukung ini diperlukan untuk mendapatkan tampilan visual tentang suatu kota atau daerah yang ingin dikunjungi. Beberapa website lokal seperti www.navigasi.net dan www.indogeotech.com telah menawarkan pelayanan akses GPS, peta pendukung dan juga menjual perangkat GPS.
Pengertian GPS
GPS adalah navigasi bersumber pada sistem satelit terdiri atas 24 jaringan satelit yang berada pada orbit bumi. Di bawah departemen pertahanan AS. GPS sesungguhnya digunakan oleh militer, tetapi pada tahun 1980, pemerintah AS menggunakannya untuk kepentingan sipil. GPS berfungsi pada semua cuaca, dimanapun di dunia 24 jam sehari. Tidak ada keahlian kusus atau pengguanaan cadangan energi yang signifikan dalam pengoperasiaan GPS.
Pada saat ini sistem GPS sudah banyak digunakan orang diseluruh dunia, termasuk di Indonesia, terutama digunakan pada aplikasi-aplikasi yang menuntut informasi tentang posisi. Dibanding dengan sistem dan metode penentuan posisi lainnya GPS mempunyai banyak kelebihan dan menawarkan banyak keuntungan, baik dalam segi operasionalnya maupun kualitas posisi yang diberikan.
GPS mulai dikembangkan tahun 1973 dan beroperasi dengan sempurna tahun 1994. Cakupan GPS meliputi seluruh tempat di dunia, beroperasi secara continueu serta tidak bergantung pada cuaca. GPS dapat digunakan oleh banyak orang pada saat yang sama. Informasi yang diberikan GPS adalah posisi 3D, kecepatan, serta informasi waktu. GPS dikembangkan oleh gabungan institusi yang tergabung dalam IGEB (Interagency GPS Executive Board) terdiri dari Defense Co-Chair, Transfortation Co-Chair, Comerce, State, Joint Chief of Staf, Justice,, NASA dll. GPS merupakan proyek yang sangat mahal, biaya pengembangannya menghabiskan dana US $ 12 Milyar dengan biaya operasional tahunan US $ 400 juta. Lembaga yang bertanggung jawab dalam mengoperasikan GPS adalah US Air Force Space Command (AFSC).
Segmen GPS
* 21 + 3 satelit
* Periode orbit: 12 jam
* Altitude orbit: 20200 km
Sistem control
· Sinkronisasi waktu
· Prediksi orbit
· Injeksi data
· Monitor kesehatan satelit
Pengguna
· Mengamati sinyal GPS
· Hitung posisi dan kecepatan
· Dapatkan informasi mengenai waktu
*) Segmen Satelite
1) Satelit
a) GPS beredar pada orbitnya dengan dua sayab yang dilengkapi dengan sel-sel pembangkit tenaga matahari yang merupakan sumber energi untuk satelit.
b) GPS dilengkapi dengan antenna-antena untuk mengirim dan menerima sinyal-sinyal pada spectrum L-band
c) Sebagai acuan waktu GPS dilengkapi jam atom yang sangat teliti. GPS setiap waktu mengirim sinyal navigasi dalam 2 frekwensi
2) Konstelasi Satelit GPS
a) Orbit minimal terdiri dari 24 satelit, lengkap sejak April 1994
b) Satelit ditempatkan dalam 6 orbit yang bentuknya mendekati lingkaran dengan ketinggian sekitar 20.000 km diatas permukaan bumi
c) Konstelasi satelit disusun untuk memastikan agar 4-10 satelit GPS selalu terlihat dimana saja dan kapan saja di bumi ini.
d) Kecepatan satelit dalam orbit sekitar 4 km/detik
e) Dari wilayah Indonesia umumnya 6 s/d 10 satelit GPS dapat dilihat dengan sudut evalasi diatas 10 derajat
3) Konfigurasi Orbit Satelit GPS
a) Bentuk orbit mendekati lingkaran
b) Enam bidang orbit
c) Inklinasi 55 derajat
d) Altitude rata-rata 20.200 km
e) Periode orbit 11 jam 58 menit
*) Segmen Sistem Kontrol
Segmen ini punya kewajiban memelihara satelit dan memastikan nahwa satelit berfungsi sebagaimana mestinya.
1) Fungsi segmen kontrol
a) menjaga agar semua satelit masing-masing berada pada posisi orbit yang seharusnya, ini dilakukan dengan:
(1) Mengamati semua satelit secara terus menerus
(2) Memprediksi ephemeris satelit serta karakteristik dari jam satelit
(3) Secara periodic memperbaharui navigation message untuk setiap satelit
b) Memantau status dan kesehatan satelit
c) Memantau panel matahari satelit, level daya baterai, dan propellaut level yang digunakan untuk maneuver satelit
d) Menentukan dan menjaga waktu sistem GPS
e) Jenis sistem control GPS terdiri dari:
(1) Ground Antena Station (GAS) terdapat di Ascension, Diego Garcia dan Kwajalein
(2) Monitor Station (MS) terdapat di lokasi yang sama dengan GAS ditambah di Colorado Springs dan Hawai
(3) Prelaunch Compability Station (PCS) merupakan backup dari GAS terdapat di cape caneveral.
(4) Master control station (MSC) terdapat di Colorado Springs.
*) Aplikasi GPS
Pada awalnya GPS digunakan hanya untuk kalangan militer, namun sejalan dengan perkembangannya sekarang GPS digunakan oleh banyak kalangan di masyarakat antara lain:
a. Survey pemetaan
b. Aplikasi-aplikasi militer
c. Geodesi, geomatika dan deformasi
d. Navigasi dan transformasi.
e. Pendaftaran tanah (BPN)
f. Pertanian dan kehutanan
g. Fotogrametri dan remote sensing
h. GIS (Geographic Information System)
i. Studi kelautan
j. Aplikasi olah raga dan rekreasi![]()
*) Alat GPS
Terdapat berbagai jenis reeiver GPS. Receiver GPS dapat di bedakan menurut kegunaanya antara lain:
a. type geodetic
Receiver jenis ini dapat menentukan koordinat dengan ketelitian yang sangat tinggi (orde mm). harganya mahal (100 s/d 250 juta rupiah). Pengoperasianya komplek minimal menggunakan 2 alat (differential).
b. Type pemetaan
Receiver jenis ini dapat menentukan posisi dengan ketelitian berkisar 10 cm s/d 1 m di gunakan untuk keperluan Navigasi. Di gunakan dalam berbagai aplikasi dan keperluan antara lain :
1) Navigasi di lingkungan militer
2) Navigasi para pecinta alam
3) Navigasi transportasi
4) Navigasi pemotretan udara dll
Penggunaan GPS
Contoh penggunaan GPS meliputi:
1. Mengetahui batas kecepatan kendaraan
2. Dapat mengetahui waktu tempuh yang diperlukan untuk sampai ke tempat tujuan
3. Dapat mengetahui tempat atau lokasi daerah
4. Melacak dan memantau kendaraan
5. Mengetahui history (masa lampau) yang dilalui oleh kendaraan
6. menjadi solusi keamanan bagi kendaraan pribadi maupun perusahaan dari ancaman pencurian
7. Dan masih banyak lagi![]()
Keunggulan GPS
Ada beberapa hal yang membuat GPS menarik untuk digunakan dalam penentuan posisi, seperti yang akan diberikan berikut ini. Patut dicatat disini bahwa beberapa faktor yang disebutkan di bawah ini juga akan berlaku untuk aplikasi-aplikasi GPS yang berkaitan dengan penentuan parameter selain posisi seperti kecepatan, percepatan, maupun waktu yang pada dasarnya juga bisa diberikan oleh GPS.
Pertama, GPS dapat digunakan setiap saat tanpa bergantung waktu dan cuaca, GPS dapat digunakan baik pada siang maupun malam hari, dalam kondisi cuaca yang buruk sekalipun seperti hujan ataupun kabut. Karena karakteristiknya ini maka penggunaan GPS dapat meningkatan efisiensi dan fleksibilitas dari pelaksanaan aktivitas-aktivitas yang terkait dengan penentuan posisi, yang pada akhirnya dapat diharapkan akan dapat memperpendek waktu pelaksanaan aktivitas tersebut serta menekan biaya operasionalnya.
Kedua, satelit-satelit GPS mempunyai ketinggian orbit yang cukup tinggi, yaitu sekitar 20.000 km di atas permukaan bumi, dan jumlahnya relatif cukup banyak, yaitu 24 satelit. Ini menyebabkan GPS dapat meliputi wilayah yang cukup luas, sehingga akan dapat digunakan oleh banyak orang pada saat yang sama ,serta pemakaiannya menjadi tidak bergantung pada batas-batas politik dan batas alam. Selama yang bersangkutan mempunyai alat penerima sinyal (receiver) GPS, maka ia akan dapat menggunakan GPS untuk penentuan posisi.
Ketiga, penggunaan GPS dalam penentuan posisi relatif tidak terlalu terpengaruh dengan kondisi topografis daerah survei dibandingkan dengan penggunaan metode terestris seperti pengukuran poligon. Penentuan posisi dengan GPS tidak memerlukan adanya saling keterlihatan antara satu titik dengan titik lainnya seperti yang umumnya dituntut oleh metode-metode pengukuran terestris. Yang diperlukan dalam penentuan posisi titik dengan GPS adalah saling keterlihatan antara titik tersebut dengan satelit. Oleh sebab itu topografi antara titik tersebut sama sekali tidak akan berpengaruh, kecuali untuk hal-hal yang sifatnya non-teknis seperti pergerakan personil dan pendistribusian logistik. Karena karakterisitknya ini, penggunaan GPS akan sangat efisien dan efektif untuk diaplikasikan pada survei dan pemetaan di daerah-daerah yang kondisi topografinya sulit, seperti daerah pengunungan dan daerah rawa-rawa.
Keempat, posisi yang ditentukan dengan GPS akan menagacu ke suatu datum global, yang dinamakan WGS 1984. Atau dengan kata lain posisi yang diberikan oleh GPS akan selalu mengacu ke datum yang sama. Karakterisitk ini sangat menguntungkan untuk kondisi Indonesia yang wilayahnya sangat luas dan terdiri dari banyak pulau, dimana proses penghubung kerangka-kerangka titik di satu pulau dengan titik di pulau lainnya akan sangat sulit atau bahkan tidak mungkin dilakukan kalau kita menggunakan metode terestris. Dalam hal ini seandainya GPS digunakan untuk penentuan posisi, maka suvei dan pemetaan yang dilakukan di Jawa misalnya, akan memberikan posisi titik-titik yang datumnya sama dengan titik-titik yang diperoleh dari survei dan pemetaan di Irian Jaya, meskipun tidak ada hubungan langsung secara langsung antara kedua survei GPS yang bersangkutan.
Kelima, GPS dapat memberikan ketelitian posisi yang spektrumnya cukup luas. Dari yang sangat teliti (orde militer) sampai yang biasa-biasa saja (orde puluhan meter). Luasnya spektrum ketelitian yang bisa diberikan ini memungkinkan penggunaan GPS secara efektif dan efisien sesuai dengan ketelitian yang diminta serta dana yang tersedia. Disamping itu, dengan spektrum ketelitian yang begitu luas GPS juga akan bermanfaat untuk banyak bidang aplikasi.
Keenam, pemakaian sistem GPS tidak dikenakan biaya, setidaknya sampai saat ini. Selama pengguna memiliki alat penerima (receiver) sinyal GPS maka yang bersangkutan dapat menggunakan sistem GPS untuk berbagai aplikasi tanpa dikenakan biaya oleh pihak yang memiliki satelit, dalam hal ini Departemen Pertahanan Keamanan, Amerika Serikat. Jadi investasi yang perlu dilakukan oleh pengguna hanyalah untuk alat penerima sinyal GPS beserta perangkat keras dan lunak untuk pemrosesan datanya.
Ketujuh, alat penerima sinyal (receiver) GPS cenderung menjadi lebih kecil ukurannya, lebih murah harganya, lebih baik kualitas data yang diberikannya, dan lebih tinggi keandalannya. Ini terutama disebabkan oleh kemajuan di bidang eletronika dan komputer yang sangat pesat dewasa ini. Perangkat lunak komersial untuk pengolahan data GPS juga semakin banyak tersedia dengan harga yang relatif murah. Disamping itu, karena banyaknya merek dan jenis receiver yang beredar, kompetisi antar sesama pembuat receiver juga semakin tinggi, yang salah satu dampaknya terhadap tersedianya semakin banyak receiver GPS yang lebih ‘user oriented’.
Kedelapan, pengoperasian alat penerima GPS untuk penentuan posisi suatu titik relatif mudah dan tidak mengeluarkan banyak tenaga. Dibandingkan dengan pengukuran terestris seperti dengan metode poligon misalnya, pengamatan dengan metode GPS relatif tidak terlalu memakan banyak tenaga dan waktu. Apalagi kalau perbandingannya dilakukan untuk daerah survei yang luas dengan kondisi medan yang berat.
Kesembilan, pengumpul data (Surveyor) GPS tidak dapat ‘memanipulasi’ data pengamatan GPS seperti halnya yang dapat dilakukan dengan metode pengumpulan data terestris yang umum digunakan, yaitu metode poligon. Ini tentunya akan meningkatkan tingkat keandalan dari hasil survei dan pemetaan yang diperoleh. Disamping itu juga pemberi kerja aan mendapatkan ‘keamanan’ dan jaminan kualitas yang lebih baik.
Kesepuluh, makin banyak instansi di Indonesia yang menggunakan GPS dan juga makin banyak bidang aplikasi yang potensial di Indonesia yang dapat ditangani dengan menggunakan GPS. Dengan makin banyaknya instansi yang menggunakan maka proses penyeragaman, koordinasi, dan pengelolan yang terkait dengan informasi spasial akan lebih mudah untuk dilaksanakan.
Cara kerja GPS Vehicle Tracking![]()
![]()
Secara teknis, pengguna harus memasang suatu perangkat pada kendaraan mereka yang berfungsi untuk menentukan posisi kendaraan melalui signal yang dikirim dari satelit GPS dan secara otomatis mengirim informasi posisi tersebut ke suatu system. Dengan demikian posisi kendaraan tersebut dapat terlihat pada layer monitor atau PDA.
Gambar perjalanan signal GPS via SMS![]()
Keterangan:
• Client mengirim pesan
• Pesan melewati BTS terdekat dan dikirim ke operator
• Dari operator data diolah oleh database server
• Database server dikembalikan ke operator
• Operator melalui BTS memperoleh informasi posisi kendaraan
• VMU mendapatkan informasi dari satelit tetang posisi kendaraan tersebut
• VMU memberikan informasi ke BTS terdekat dan disalurkan ke operator
* Dari operator, informasi diolah di server, dikirim ke operator kemudian diinformasikan ke hp melalui SMS![]()
Gambar perjalanan signal GPS via internet![]()
Keterangan:
• Client / user request dikirim ke ISP provider
• ISP provider mengirim data ke server
• Server mengolahnya dan dikirim ke GSM SMS center
• SMS center mengirim ke VMU yang terdapat dalam kendaraan melalui BTS
• BTS memberikan informasi timbal balik ke satelit kemudian dikirimkan ke SMS center melalui BTS
• Informasi yang diperoleh di SMS center diolah oleh operator kemudian disampaikan ke ISP provider dan diterima oleh user
http://Subari.blogspot.com
*-------------------------
• Sutrisno
• Pramanita Sutiawati
• Andri Arif Rohman
• Dwi Hanto...







